Kepala Desa Diduga Hamili Bendahara Desa Sempat Mengundurkan Diri, Belakangan Begini

  • Oleh Naco
  • 19 Mei 2019 - 19:02 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Seorang kepala desa di wilayah Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur sempat membuat surat pengunduran diri atas dugaan perbuatannya menghamili bendahara desanya. 

Bahkan pada 5 Mei 2019 lalu ia sudah menandatangani surat pernyataan itu. Namun belakangan sang kades membuat pernyataan lain lagi.

EH, tokoh pemuda setempat menceritakan kejadian itu berawal pada 3 Mei 2019 lalu. Saat itu warga ramai-ramai mendatangi Balai Desa Sumber Makmur.

Saat itu hadir lengkap  perangkat desa mulai dari BPD, Karang Taruna,  tokoh masyarakat, dan tokoh agama di desa itu. 

Kedatangan warga ini meminta penjelasan dari kepala desa sekaligus pertanggungjawaban  dengan isu perbuatan sang kades yang menghamili perangkat desanya.

“Kasus ini merebak setelah orangtua korban  menuntut pertanggungjawaban kades karena anak mereka sudah hamil lima bulan,” kata EH, Minggu 19 Mei 2019.

Kemudian, saat itu, sang kades mengakui perbuatannya di depan warganya sendiri jika dia yang menghamilinya. Hingga akhirnya 4 Mei 2019 kades ini langsung menikahi bendaharanya yang masih gadis tersebut. 

"Bagi kami, warga seandainya bukan kepala desa atau panutan masyarakat tidak masalah. Tapi karena kepala desa maka kami harus bereaksi keras," ucapnya.  

Warga setempat juga meminta kades  bertanggung jawab moral, kades dengan kesadarannya mengundurkan diri dari  jabatannya pada 5 Mei 2019.

Tidak lama kemudian setelah itu kepala desa bersedia membuat surat pengunduran diri, namun meminta waktu empat bulan untuk menyelesaikan adminitrasi pemerintahan desa. 

Berita Terbaru