Listrik PLN Mati, Warga Urus KTP Elektronik Kesal 

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 20 Mei 2019 - 16:56 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Puluhan pemohon administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotawaringin Barat kecewa  karena jaringan listrik padam, pada, 19 Mei 2019.

Seorang perempuan pemohon KTP-el asal kumai yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya.

"Kalau tidak mati lampu antri, kalau tidak antri mati lampu," ucapnya kesal sembari duduk dengan membawa berkas permohonan KTP-el.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Hendro (34) warga asal Kotawaringin Lama, sudah empat kali pergi ke Disdukcapil untuk mengurus KTP-el. "Saya sudah empat kali ke sini, Mas. Pertama blangkonya habis, kemudian ini tinggal cetak malah mati lampu," ujarnya.

Dia menjelaskan, memang untuk pembuatan KTP-el itu gratis tetapi biaya perjalanannya yang mahal.

"Perjalanan dari rumah ke sini tiga Jam, ongkos perjalanan dan makan bisa sampai Rp500 ribu. Padahal saya sengaja berangkat pagi biar dapat antrian pagi, ternyata mati lampu," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari surat edaran PLN Pangkalan Bun ada pemeliharaan terencana ada penyulang atau pemutus pada pukul 09.00 wib hingga pukul 13.00 wib, salah satunya di komplek perkantoran. (DANANG/m)

Berita Terbaru