Anggota DPRD Kotawaringin Timur Baru Dikhawatirkan Membancak Perjalanan Dinas dan Ijon Proyek 

  • Oleh Naco
  • 20 Mei 2019 - 18:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit -  Persaingan ratusan calon anggota legislatif (caleg)  menduduki 40 kursi DPRD Kotawaringin Timur disinyalir punya orientasi. Di antaranya untuk mendapatkan penghasilan anggota DPRD yang cukup fantasis hingga jadi ijon proyek

Aktivis di Kotawaringin Timur, Arsusanto mengakui bahwa anggota DPRD memang tidak ada penghasilan lain.

Mereka hanya bermain di penghasilan yang sah dan uang lebih perjalanan dinas yang kisarannya jika ditotal diangka Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan.

"Lain halnya jika ada oknum di DPRD itu yang  juga bermain proyek. Besar sekali peluang itu terjadi," kata dia, Senin, 20 Mei 2019.

Pasalnya DPRD punya anggaran aspirasi setiap anggota yang nilainya sekitar Rp 1,5 miliar setiap tahun anggaran. Anggaran ini di luar yang sah oknum bermain proyek.

"Jika ambil fee saja dari seluruh aspirasi itu dan kerjaan diberikan ke rekanan, itu sudah mudah dan itu bukan rahasia lagi," tegasnya.

Sementara itu pengamat hukum dan politik di Kotawaringin Timur, Agung Adysetiono menyebutkan dengan biaya yang dikeluarkan sangat besar saat pileg, maka sangat terbuka kemungkinan oknum wakil rakyat ke depannya berupaya mengembalikan modal itu. 

"Bahkan kabarnya ada yang menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah hanya untuk mendapatkan kursi di DPRD," katanya.

Agung mengungkapkan dengan sistem hitungan matematika selama 5 tahun menjabat dengan penghasilan Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan itu anggota dewan yang duduk balik modal saja.

"Tapi perlu diingat lembaga itu bukan untuk menambah pundi-pundi uang tetapi lebih banyak kepada pengabdian dan pelayanan,” tukasnya.

Berita Terbaru