Maskapai Penerbangan Wajib Turunkan Tarif Batas Atas Hingga 16 Persen

  • Oleh Wahyu Krida
  • 21 Mei 2019 - 11:06 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasca dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan  Nomor 106 Tahun 2019 yang mengatur  tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, maskapai penerbangan nasional wajib menurunkan tarif batas atasnya sebanyak 12 hingga 16 persen untuk harga tiket kelas ekonomi.

Sehingga sejak 18 Mei 2019 menurunan tarif tersebut mulai dilakukan, termasuk juga maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Kepala Bandara Iskandar Pangkalan Bun Zuber, Selasa, 21 Mei 2019, menjelaskan hal tersebut sifatnya wajib untuk dipatuhi oleh semua maskapai penerbangan.

"Bila nantinya selama arus mudik lebaran ini ada masyarakat yang dikenakan tarif tiket diluar ketentuan maka silakan lapor kepada kami dengan data jadwal keberangkatan yang jelas. Bila terbukti maka maskapai yang bersangkutan bakal kita tindaklanjuti untuk diteruskan pada Dirjen Perhubungan Udara. Sanksi  administrasi hingga yang lebih tinggi bisa saja diberikan pada maskapai ynag melanggar," jelas Zuber.

Pasalnya, lanjut Zuber, berdasarkan Peraturan Menteri No 78 2016 tentang sanksi administrasi terdapat peringatan, pembekuan, pencabutan dan denda. Surat pemberitahuan dari kementrian kepada maskapai sudah disampaikan sejak 15 Mei 2019.

Walau demikian, menurut Zuber, sampai saat ini ia mengaku masih belum mengetahui  ada maskapai yang melanggar ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah yang telah ditentukan pemerintah.

"Karena itulah saya optimis pihak maskapai akan menaati aturan tersebut. Tetapi bila masyarakat masih menemukan maskapai di Kobar yang belum menurunkan, silakan laporkan pada kami," pungkas Zuber .(WAHYU KRIDA/B-5)

Berita Terbaru