Kalteng Putra Ukir Sejarah Diera Gubernur Sugianto Sabran

  • Oleh Budi Yulianto
  • 21 Mei 2019 - 18:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dunia sepakbola di Provinsi Kalimantan Tengah terasa hidup. Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya yang menjadi markasnya Kalteng Putra semakin bersahabat.

Prestasi ini tidak lepas dari perjuangan tim kebanggaan masyarakat Bumi Tambun Bungai yang telah berlaga di Liga 1 Indonesia dimulai musim 2019. Bahkan nama Kalteng Putra kini tidak asing lagi di mata nasional.

Tidak hanya sekadar namanya, Kalteng Putra juga pernah menumbangkan tim raksasa seperti Persija Jakarta kala berlaga di Piala Presiden.

Kini, Kalteng Putra melakoni Liga 1 Indonesia. Tidak mudah bagi tim kebanggaan masyarakat Bumi Tambun Bungai ini untuk bisa masuk dalam kasta tertinggi sepakbola di Indonesia tersebut.

Wajar, jika masuknya Kalteng Putra ke Liga 1 menjadi catatan sejarah Kalimantan Tengah. Ini sekaligus mewujudkan cita-cita setelah penantian panjang lebih dari 30 tahun.

Kegiatan FGD media dengan kepala SOPD Provinsi Kalimantan Tengah
Kegiatan FGD media dengan kepala SOPD Provinsi Kalimantan Tengah

Keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari dukungan besar Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, termasuk koordinasi yang baik dengan CEO Kalteng Putra, Agustiar Sabran. Nama Kalteng Putra sebenarnya sudah mulai terdengar sejak 2017 atau saat berlaga di Liga 2.

Musim 2018 pada liga yang sama, Kalteng Putra lolos ke Liga 1. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng, Falery Tuwan pun angkat bicara soal keberhasilan ini.

"Capaian itu menjadi sejarah untuk Kalimantan Tengah," kata Falery Tuwan dalam acara FGD bersama media di Lantai II, Bappedalitbang Kalteng, Selasa, 21 Mei 2019.

Dia menuturkan selama beberapa puluh tahun pula, Stadion Tuah Pahoe akhirnya bisa direnovasi. Bahkan kini sudah berstandar Liga 1.

Hanya saja diperkirakan baru bisa digunakan pada Juli nanti. Saat ini Kalteng Putra sedang berjuang di Liga 1.

Berita Terbaru