Pemprov Kalteng Tekan Angka Putus Sekolah dengan BOS

  • Oleh Agus Priyono
  • 22 Mei 2019 - 14:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng akan menggunakan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menekan anak putus sekolah yang ada di Provinsi Kalteng.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Slamet Winaryo usai Fokus Group Discussion (FGD) Publikasi Media atas kinerja Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, dan Wakil Gubernur Kalteng, Habib Ismail di Bapeddalitbang, Selasa, 21 Mei 2019.

"Untuk putus sekolah ini akan kita gunakan dana BOS,  untuk mencegah adanya putus sekolah. Sampai saat ini angka anak putus sekolah masih kecil karena dibantu dengan dana BOS itu," ujar Slamet Winaryo.

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi bagi mereka yang kurang beruntung mengikuti sekolah formal dengan program kejar paket. Kemudian bantuan tersebut juga termasuk dalam dana BOS.

Pihaknya juga menjamin mutu dari lulusan kejar paket tersebut sama dengan mereka yang sekolah formal karena mutu dari lembaga penyelenggara kejar paket tersebut sebelumnya sudah dipastikan kualitasnya.

"Bagi mereka yang kurang beruntung mengikuti sekolah formal mereka dapat mengikuti paket A, B, C, karena itu dijamin mutunya sama. Karena dimasing-masing lembaga yang menangani paket itu juga di akreditasi. Jadi tidak boleh kalau tidak berkulitas," tandasnya. (AGUS PRIYONO/B-2/Adv).

Catatan Redaksi:

Liputan khusus terkait tiga tahun kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib H. Said Ismail ini bisa dibaca pada edisi khusus Skh. Plalangka Post edisi  23 Mei 2019.

Berita Terbaru