Ribuan Pasien Kelas 3 Gratis Dibiayai APBD Kalimantan Tengah

  • Oleh Agus Priyono
  • 22 Mei 2019 - 19:52 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Salah satu program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dalam membantu masyarakat tidak mampu adalah dengan layanan kelas 3 gratis.

Dalam program layanan ini pemerintah menggelontorkan dana mencapai miliaran setiap tahun. Meski anggaran tersebut cukup besar, namun dampaknya ribuan masyarakat Kalimantan Tengah bisa merasakan fasilitas kesehatan berupa berobat geratis di RSUD Doris Sylvanus.

“Ini merupakan program pemerintah dalam membantu warga tidak mampu. Program kelas 3 gratis ini memang ditujukan bagi masyarakat yang tidak masuk dalam jaminan kesehatan apapun, semisal BPJS, dengan syarat mereka membawa surat keterangan tidak mampu,” ujar Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus, Theodorus S Atmadja saat mengikuti FGD publikasi media, Selasa, 21 Mei 2019.

Theo memaparkan sejak 2016 dana yang diterima RSUD Doris Sylvanus sebesar Rp 7,25 miliar dengan realisasi Rp 7.244.135.169. Kemudian total masarakat yang berobat 2.345 pasien.

Selanjutnya di 2017 anggaran yang dialokasikan Pemprov Kalteng untuk program kelas 3 gratis ini senilai Rp 17,2 miliar dengan realisasi penggunaan dana Rp 17.137.009.206,80.

Pada 2017 jumlah pasien yang berobat di RSUD Doris Sylvanus dengan program kelas 3 gratis 1.500 pasien.

Pada 2018 terjadi pengurangan anggaran yang diterima RSUD Doris Sylvanus. Di 2018 anggaran kelas 3 gratis yang diterima Rp 4,7 miliar dengan realisasi Rp 4.681.735.935. Jumlah pasien yang beribat dengan program kelas 3 gratis 1.221 pasien.

“Peningkatan anggaran yang terjadi di 2017 ini sebagai upaya menutupi pengeluaran yang terjadi di tahun sebelumnya,” tandasnya. (AGUS/B-6/Adv)

Catatan Redaksi:

Liputan khusus terkait tiga tahun kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib H. Said Ismail ini bisa dibaca pada edisi khusus Skh. Plalangka Post edisi  23 Mei 2019.

Berita Terbaru