Begini Kronogis Pembebasan Tanah di Sebabi hingga Seret Pejabat Appraisal

  • Oleh Naco
  • 22 Mei 2019 - 23:26 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Basuki Purwadono atau BP, pejabat appraisal Toto Suharto dan rekan, harus jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur. BP dinilai tidak menilai harga tanah sesaui prosedur.

Kepala Kejari Kotawaringin Timur Wahyudi menjelaskan, pada 2018 lalu Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki rencana melakukan pengadaan tanah sekitar 5 hektare di Km 88, Simpang Sebabi. Tanah itu akan digunakan untuk lokasi pembangunan kantor pemerintah.

"Kemudian setelah pemerintah daerah melakukan survei ditemukan lokasi yang cocok yaitu tanah milik Chihue dan Jaja," kata Wahyudi, Rabu, 22 Mei 2019.

Pemkab Kotim lalu menyatakan keinginan untuk membeli tanah tersebut dengan menghubungi pemilik tanah.

Akan tetapi, pemilik tanah menginginkan Pemkab Kotawaringin Timur membelinya dengan nilai yang sesuai dan sudah dinilai oleh jasa publik appraisal.

Kemudian, Pemkab Kotawaringin Timur melakukan pengadaan barang dan jasa dengan menganggarkan dana Rp50 juta untuk biaya jasa konsultan atau jasa penilai publik appraisal. Yang kemudian bertugas menilai harga tanah milik kedua warga tersebut.

Selanjutnya, sesuai dengan PP 54 tahun 2010 tentang Barang dan Jasa, maka dilakukan penunjukan langsung dan terpilihlah Toto Suharto dan rekan yang memiliki kantor penilai publik dengan nilai penawaran sebesar Rp48,8 juta.

Setelah itu dilanjutkan dengan pelaksanaan kerja berdasarkan surat perintah kerja dengan tugas maupun penilaian di lokasi dengan metode pendekatan pasar atau menilai harga pasaran atas tanah di lokasi tanah yang akan dibeli. Sehingga akan terbentuk nilai pasaran untuk tanah kedua warga tersebut.

Pelaksanaan pekerja penilai publik yang diwakili oleh tersangka BP diduga tidak sesuai dengan aturan. Sehingga atas penerimaan pembayaran yang berasal dari keuangan negara telah melanggar peraturan perundang-undangan. (NACO/B-3)

Berita Terbaru