Hakim Terima Eksepsi Penghina Presiden di Media Sosial

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 23 Mei 2019 - 16:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, membebaskan Saf, terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Presiden Jokowi. Hal itu dibaca melalui persidangan di PN Pangkalan Bun, Kamis, 23 Mei 2019.

Terdakwa merupakan warga asal Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Itu dibacakan pada putusan sela terhadap eksepsi yang diajukan terdakwa melalui penasehat hukumnya. Eksepsi itu diterima majelis hakim.

Majelis hakim yang dipimpin Iman Santoso juga menyatakan berkas perkara dikembalikan kepada penuntut umu, serta memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan kota.

"Kepada Jaksa Penuntut Umum, jika mau banding dipersilahkan," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Mahdianur menyampaikan rasa syukurnya setelah mendengar putusan sela yang berpihak kepada kliennya. Kendati demikian, dia juga meperingatkan kepada klienya untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi. 

"Alhmdulillah upaya kita mengajukan eksepsi diterima pengadilan sehingga klien kita dalam hal ini dinyatakan tidak bersalah. Tapi ingat, jangan kamu ulangi lagi ya," katanya kepada Saf.

Sebelumnya, Saf dilaporkan ke pihak berwajib setelah adu meme antar simpatisan calon presiden pada Nopember 2018 lalu di Facebook. Pada saat Saf membuka akun facebook miliknya atas nama Sabrina Malakiano, kemudian saat itu dia melihat postingan temannya dengan akun Meli Kevin II.

Setelah itu kemudian ada akun yang bernama Setyawan Djodi Djodi yang ikut berkomentar pada postingan tersebut, yang mana menurut Saf komentar akun tersebut menjelek-jelekan capres dukungannya yaitu Prabowo.

Dia pun menanggapi komentar tersebut dengan mengirimkan meme atau gambar bapak Presiden Joko Widodo, dan dinilai bermuatan penghinaaan. (DANANG/B-11)

Berita Terbaru