BPK: Kerugian Negara Tetap 100 Miliar atas Kasus Mantan Bupati Katingan

  • Oleh Agus Priyono
  • 23 Mei 2019 - 17:52 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ahli kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ahmad Ajam yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum, (JPU) menyebut jika kerugian negera yang atas tidak korupsi yang dilakukan mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie tetap dianggka Rp 100 miliar.

Dalam persidangan yang diketuai Agus Windana ini ahli menyatakan jika kerugian negara tersebut ditetapkan pada saat pemindahan uang senilai Rp 100 miliar ke BTN terbukti tidak sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, sehingga menyebabkan kerugian negara.

Dikatakan jika pebuktian pemindahan uang tersebut, mengacu pada standar pemeriksaan yang dimiliki oleh timnya.

Terdapat bukti yang berasal baik itu dari penyidik, pemeriksaan saksi dan pemeriksaan sejumlah dokumen.

“Kami tetap melakukan pemeriksaan. Kalau memang ada bukti yang kami rasa kurang, kami akan meminta penyidik untuk melengkapi. Setelah tim kami melakukan penyidikan, kami mengetahui jika memag kerugian negara itu senilai Rp 100 miliar,” ujar Ahmad dalam persidangan di Pengadian Tipikor Palangka Raya, Kamis, 23 Mei 2019.

Mendengar jawaban dari ahli, JPU kemudian menanyakan perihal uang senilai Rp 65 miliar yang dinyatakan sebagai uang pengembalian dari terdakwa kepada kas daerah apakah dengan uang terebut, kerugian negara yang dilakukan oleh terdaka menjadi berkurang?

“Dalam kasus ini meski sudah ada uang kembali, tetap kerugian negara awalnya adalah Rp 100 miliar, itu yang kami catat dalam laporan. Untuk uang Rp 65 miliar itu dimasukkan ke dalam uang pemulihan nantinya,” pungkasnya. (AGUS/B-6)

Berita Terbaru