SK Bupati Katingan Penyebab Uang Negara Hilang

  • Oleh Agus Priyono
  • 23 Mei 2019 - 18:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu penyebab hilangnya uang kas daerah senilai Rp 100 miliar di BTN Pondok Pinang, adalah surat keputusan (SK) Bupati Katingan saat itu dan kini menjadi terdakwa atas tindak pidana kasus korupsi, Ahmad Yantenglie.

Fakta ini diungkapkan Ahli Kerugian Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ahmad Ajam yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Kamis, 23 Mei 2019.

Menurut ahli, akibat adanya SK dari bupati tersebut membuat pihak ketiga dalam hal ini adalah Heryanto Chandra bisa dengan leluasa menarik uang kas daerah yang ada di BTN.

“SK itu diterbitkan dengan proses yang tidak sesuai aturan. Banyak prosedur dilanggar. Akibat SK itu Heryanto Chandra bisa leluasa menarik uang yang mengakibatkan kerugian negara,” ujar Ahmad saat persidangan.

Saksi menyebut jika SK tersebut diberikan kepada Heryanto Chandra yang kemudian dihantarkan kepada Teguh Handoko yang saat itu Kepala Kantor Kas BTN Pondok Pinang untuk menyelesaikan masalah administrasi terkait pemindahan uang kas daerah Kabupaten Katingan.

“Dari keterangan pihak-pihak terkait dalam hal ini Teguh Handoko menyatakan jika hal tersebut dilakukan oleh permintaan dari terdakwa sendiri,” pungkas Ahmad.

Mendengar keterangan dari ahli tersebut, terdakwa Yantengie menyatakan keberatannya kepada majelis hakim diketuai Agus Windana.

“Saya keberatan yang mulia dengan pernyataan ahl terhadap penyebab uang kas itu hilang karena SK Bupati,” tandasnya. (AGUS/B-6)

Berita Terbaru