Yantenglie: Ahli yang Dihadirkan Adalah Saksi Fakta

  • Oleh Agus Priyono
  • 23 Mei 2019 - 19:12 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ahmad Yantenglie mengatakan jika ahli kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dihadirkan dalam persidangan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dirasa lebih cocok menjadi saksi fakta atas kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan dirinya, daripada menjadi seorang ahli.

Hal itu diungkapkan terdakwa melalui penasihat hukumnya, Antoninus seusai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Kamis, 23 Mei 2019.

Antoninus menegaskan jika keterangan ahli BPK tidak sesuai tupoksinya dalam persidangan. Dia beberkan bukan merupakan keterangan ahli yang sifatnya independen.

Melainkan lebih ke ranah pengungkapan fata atas kasus korupsi dana kas daerah Kabupaten Katingan.

“Kalau ahli itu menyampaikan pendapat sesuai keahlian apa yang dia miliki, bukan memihak. Tapi di sini dia mencari data, kemudian dia mendapat data dari BAP bukan investigasi sendiri. Menurut UU BPK itu kan harusnya independen,” tegasnya.

Senada, JPU Rabani menanggapi hal tersebut. Bahwasanya yang dihadirkan tersebut memanglah ahli.

Ahli BPK ini sesuai namanya ahli kerugian negara dimana keahliannya adalah menghitung kerugian negara berdasarkan data dan bukti yang terlah ahli kumpulkan untuk kemudian menyatakan memang benar ada kerugian negara.

“Saksi fakta dia melihat langsung pada saat kejadian, sedangkan ahli dia menilai fakta seetelah kejadian. Jadi dia mengumpulkan data berupa bukti dari penyidik, baik surat, konfirmasi dengan saksi. Kemudian baru dihitung kerugian negara menurut keahliannya, ada asas yang dilangar, adanya peraturan yang dilanggar,” jelasnya. (AGUS/B-6)

Berita Terbaru