Ini Alasan Hakim Terima Eksepsi Terdakwa Penghina Presiden di Media Sosial

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 23 Mei 2019 - 21:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Bun menerima nota keberatan atau eksepsi dari terdakwa kasus pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo.

Dalam persidangan yang berlangsung, Kamis, 23 Mei 2019, Hakim Ketua Iman Santoso, membacakan putusan sela. 

Pertama, menerima penyataan keberatan atas dakwaan terhadap terdakwa Saf.
Kedua, menyatakan surat dakwaan jaksa tidak dapat diterima.
Ketiga, memerintahkan jaksa kembali memperbaiki dakwaan.
Keempat, memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan kota.
Kelima, membebankan biaya perkara kepada negara.

Imam Santoso menjelaskan, dakwaan tidak dapat diterima, artinya jaksa harus memperbaiki dakwaanya dan diajukan kembali. "Maka akan kami proses kembali, jadi terdakwa bukan bebas," ujarnya.

Ia melanjutkan, jika jaksa tidak mau memperbaiki dakwaan, bisa mengajukan perlawanan di Pengadilan Tinggi. Tergantung nanti keputusan di Pengadilan Tinggi, apakah mengabulkan perlawan jaksa atau tetap pada hasil keputusan Pengadilan Negeri.

"kalau di terima diperbaiki berkasnya, ajukan dan limpahkan lagi ke Pengadilan Negeri lalu kita sidangkan lagi," pungkas Hakim Imam Santoso. (DANANG/B-3)

Berita Terbaru