Sampel Makanan Korban Keracunan Massal di Desa Narahan Akan Diuji di BPOM Palangka Raya

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 25 Mei 2019 - 17:20 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sampel makanan diduga penyebab keracunan massal di Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, sudah dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya untuk diperiksa di laboratorium.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kapuas, Tri Setia Utami, Sabtu, 25 Mei 2019 siang, mengatakan, hal itu untuk untuk mengetahui kandungan makanan maupun yang dikonsumsi warga hingga terjadi keracunan massal.

"Sampel sudah diambil, dan akan dilaksanakan uji lab di BPOM Palangka Raya," ucap Tri.

Lebih lanjut, dia belum bisa merincikan apa saja sampel yang telah diambil tersebut. "Saya tanyakan dulu nanti kami infokan lebih lanjut," ucapnya.

Dia juga belum bisa memastikan kapan hasilnya akan diketahui. "Kita hanya bisa menunggu hasil ujil lab dari Palangka Raya itu," kata dia.

Sementara itu, perkembangan data dari tim rekam medik rumah sakit, untuk jumlah korban keracunan massal yang telah dirujuk ke RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas hingga Sabtu, 25 Mei 2019 pukul 12.24 WIB sudah mencapai 254 orang.

Peristiwa itu muncul setelah warga mengalami gejala-gejala keracunan. Seperti mual, sakit perut, muntah-muntah, pusing, lemas, dan lainnya.

Gejala keracunan itu muncul setelah warga menyantap makanan berupa nasi bungkus dari acara buka bersama di Masjid Nurul Istiqomah, Handel Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak pada Kamis, 23 Mei 2019 sore lalu. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)

Berita Terbaru