Putri Pemanen Sawit Ini Jadi Lulusan Terbaik di Politeknik

  • Oleh Ainun Nadzifatus Sholikhah
  • 26 Mei 2019 - 09:20 WIB

BORNEONEWS, Pangakaln Bun - Perempuan ini berasal dari kebun sawit di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ayahnya bekerja sebagai pemanen sawit. Meski menghabiskan masa kecil di lingkungan perkebunan, perempuan ini menjadi wisudawati terbaik di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.

Perempuan kelahiran 16 Mei 1997 ini bernama Erlina. Anak dari pasangan Michael Amba dan Lusia Minarti ini menekuni jurusan Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,70. Pencapaian prestasi seperti ini tak pernah ia duga sebelumnya.

“Saya tidak menyangka akan mendapatkan predikat lulusan terbaik ini. Sejak awal kuliah saya minder dan takut tidak bisa beradaptasi. Meskipun sebenarnya saya memiliki target nilai untuk tiap semester,” kata Erlina dalam sebuah perbincangan dengan Borneonews, di Pangkalan Bun, pekan ini.

Selain merasa minder dan takut tidak bisa beradaptasi, ia juga mengatakan, selama perkuliahan hingga penyusunan tugas akhir banyak sekali menghadapi kendala.

"Terutama pada saat penyusunan skripsi, Saya harus menjalani operasi. Selain itu juga kehilangan laptop," ujarnya.

Laptop itu berisi materi skripsi yang tengah ia garap. Laptop itu diangkut oleh perampok yang datang ke tempat kost-nya. Erlina pun terpaksa mencari pinjaman laptop untuk menyelesaikan tugas akhirnya itu.

Setelah sejumlah kendala ia lalui, Erlina pun bisa lulus dengan nilai memuaskan. Ia lulus dengan predikat Cum Laude.

Prestasi anak kebun yang berasal dari keluarga sederhana ini menjadi buah bibir di kampus politeknik tersebut. Nyaris tak ada yang mengira, anak seorang pemanen sawit yang berbekal beasiswa dari perusahaan ayahnya bekerja bisa menjadi lulusan terbaik.

Beasiswa?

Ya. Erlina bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tunggi lantaran memperoleh beasiswa dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS. Ia mendapat beasiswa lantaran memiliki prestasi sekolah yang baik saat duduk di SMK Sumbermas Sarana, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.

Berita Terbaru