30 RT dari 5 Kelurahaan Meriahkan Festival Kriang Kriut

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 26 Mei 2019 - 23:06 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah membuka secara resmi Festival Kriang Kriut di kawasan Water Front City, Kampung Sega, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Minggu, 26 Mei 2019 malam.

Festival Kriang Kriut dimulai sejak 26 Mei hingga 30 Mei 2019. Lokasi festival di bantaran Sungai Arut. Festival ini diikuti 30 RT dari 5 kelurahan. Meliputi Kelurahan Mendawai, Mendawai Seberang, Raja, Raja Seberang, dan Baru.

Saat Bupati beserta rombongan tiba di lokasi festival, disambut dengan tarian Kriang Kriut dari Sanggar Bakuba.

Bupati Nurhidayah mengungkapkan, Kriang Kriut merupakan tradisi dan budaya masyarakat Kotawaringin Barat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai. Kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya dan diharapkan bisa menjadi objek wisata.

"Festival ini sebagai bentuk mempertahankan tradisi budaya kita, khususnya penduduk lokasl kita yang ada di daerah bantaran sungai dan budaya juga bisa menjadi pusat pariwisata," ujar Bupati saat memberikan sambutan.

Festival Kriang Kriut akan rutin digelar setiasetiap tahun. "Agenda ini akan kita adakan ruti setiap tahun. Alhmdulillah tahun ini bisa diikuti oleh 5 kelurahan, jika dulu hanya di Kelurahan Mendawai," ungkapnya.

Bupati berpesan, panitia harus mengawasai para peserta. Demi menjaga ketertiban umum. Sebab festival ini menggunakan penerang bernahan api. Selain itu, ada meriam bambu atau ladupan.

"Saya izinkan membunyikan ladupan atau meriam bambu selama bisa menjaga ketertiban. Jadi saya izinkan sampai Pukul 22.00 WIB," sebut Bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat Kotawaringin Barat berperan aktif menyuksekan kegiatan ini demi kemajuan pariwisata dan pembangunan budaya bangsa.

"Mari kita bersama-sama berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini sebagai bentuk kearifan lokal. Sehingga mampu menunjukkan jati diri Kabupaten Kotawaringin Barat," harapnya.

Berita Terbaru