Masih 11 Pasien Keracunan Massal Dirawat di RSUD Kapuas

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 28 Mei 2019 - 16:36 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Memasuki hari kelima pasca ditetapkan Kejadian Luar Biasa atau KLB keracunan massal warga Desa Narahan, saat ini masih tersisa 11 orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo dari total 291 korban yang sempat dirujuk.

"Data terakhir pukul 09.00 tadi jumlah pasien yang sempat dirujuk sebanyak 291. Sebagian besar sudah keluar, data terakhir pasien yang masih dirawat berjumlah 11 pasien terdiri dari 4 anak-anak dan 7 pasien dewasa," ucap Direktur RSUD Agus Waluyo, Selasa, 28 Mei 2019.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan dari 7 pasien dewasa ini masih ada 1 pasien masih dalam perawatan intensif di ruang ICU. "Namun demikian kondisi pasien tersebut sudah membaik dan sudah bisa berkomunikasi, kesehatan sudah membaik hanya saja masih perlu dirawat secara insentif," katanya.

"Mudah - mudahan hari ini sudah bisa dirawat di ruang yang biasa selanjutnya saya," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam pihak penanganan korban keracunan makanan ini sehingga upaya upaya yang dilakukan untuk menolong masyarakat sudah berjalan dengan baik.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yaitu pak Bupati Kapuas yang telah memberikan dukungan support yang luar biasa dan telah membebaskan seluruh biaya atau penanganan KLB ini," katanya.

Kemudian juga kepada DPRD Kabupaten Kapuas yang telah memberikan dukungan kepada kita semua dalam penanganan masalah keracunan massal ini. 

"Tak lupa pula kita mengucapkan kepada instansi terkait TNI - Polri kemudian relawan-relawan balakar 545 kemudian emergency 108 dan 508, PSC 119 kemudian relawan-relawan lainnya," tuturnya.

Serta seluruh instansi terkait seperti BPBD Kapuas, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan yang telah bekerja bekerja bahu - membahu bersama-sama mengatasi masalah kejadian luar biasa ini.

"Semoga apa yang dilakukan ini tentunya akan memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat dan dan kajian kejadian seperti ini adalah pelajaran pada kita agar ke depannya tidak terjadi lagi," tukasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)

Berita Terbaru