Jumlah Penumpang Mudik dari Pelabuhan Sampit di Bawah Prediksi KSOP 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 03 Juni 2019 - 16:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Jumlah penumpang yang mudik melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih di bawah prediksi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Sampit.

"Hingga keberangkatan saat ini, pemudik masih di bawah predisksi kami, hanya 22.764 orang yang berangkat dari Pelabuhan Sampit," ujar Kepala KSOP Sampit Thomas Chandra, Senin, 3 Juni 2019. 

Sebelumnya pihaknya memprediksi akan ada peningkatan jumlah penumpang kapal yang akan mudik lebaran ke Jawa pada Ramadan 1440 Hijriyah ini, yakni diperkirakan 35 ribu orang. 

Alasannya karena tiket pesawat harganya naik, sehingga mudik melalui jalur laut akan menjadi pilihan. Namun hingga H-2 lebaran ternyata jumlah pemudik masih di bawah prediksi mereka. 

"Ini terjadi karena banyak masyarakat yang memilih mudik lebih awal. Bahkan sebelum memasuki Ramadan. Sehingga saat mulai Ramadan, penumpang sudah berkurang," kata Chandra. 

Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) cabang Sampit Hendrik menerangkan, lonjakan penumpang tidak hanya terjadi saat arus mudik berlangsung. Namun sudah sebelum bulan suci Ramadan. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang sudah mengetahui agar bisa melakukan mudik lebih awal. 

"Banyak masyarakat yang melaksanakan mudik lebih awal. Karena khawatir ketinggalan kapal dan kehabisan tiket. Sehingga tidak bisa lebaran di kampung halaman," terang Hendrik. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru