Ini Penjelasan Pengelola Barak Terkait Adanya Dugaan Teroris

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 11 Juni 2019 - 12:22 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Suharti, pengelola barak tempat tinggal terduga teroris membeberkan awal mula kedatangan dua keluarga yang saat ini diamankan pihak kepolisian.

Awalnya ia tidak mencurigai sama sekali bahwa dua orang keluarga tersebut diduga teroris karena tidak mendapati adanya gerak gerik mencurigakan.

"Awalnya hanya satu orang saja dan hanya menumpang beberapa hari saja, namun saya tawarkan sewa langsung satu bulan saja," sebut Suharti, Selasa 11 Juni 2019.

Meski hanya satu orang pada awalnya, namun terduga teroris memesan dua kamar dan langsung membayar tunai Rp 1,2 juta.

"Dia bilang nanti banyak yang datang, selang dua hari kemudian ternyata benar, ada tiga orang dewasa dan empat anak-anak," imbuhnya.

Suharti mengaku tidak berpikiran macam-macam dan tidak menyangka beberapa hari kemudian akan ada penggebekan di tempatnya.

"Saya tidak ada berpikiran aneh waktu itu sehingga tidak terpikirkan untuk meminjam KTP terlebih dahulu," ungkapnya.

Saat pertemuan itu, Suharti mengaku sempat berbincang sedikit dan terduga teroris berasal dari Puruk Cahu. (GAZALI/B-6)

Berita Terbaru