129 Rumah di Kecamatan Tualan Hulu Terendam Banjir

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 11 Juni 2019 - 13:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 129 rumah di empat desa di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terendam banjir.

Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Tualan Hulu. Banjir terjadi sejak Sabtu, 8 Juni 2019 dan hingga Selasa, 11 Juni 2019 masih belum menunjukan tanda-tanda bakal surut. 

"Ada 129 rumah yang terendam banjir di empat desa, dengan ketinggian air sekitar 40 cm hingga 70 cm," ujar Camat Tualan Hulu Rusmanto. 

Empat desa yang dilanda banjir yakni Sebungsu, Tumbang Mujam, Merah, dan Luwuk Sampun. Keempat desa tersebut berada di dekat Sungai Tualan Hulu.

Di Desa Sebungsu ada 20 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 60 cm. Rumah warga yang tergenang berada di tepian Sungai Tualan Hulu, tepatnya di bawah jalan desa.

Kemudian di Desa Tumbang Mujam, ada 73 rumah yang tergenang air. 73 rumah itu dihuni total 117 kepala keluarg. Sedangkan ketinggian air yang merendam desa itu mencapai 70 cm. Bahkan jalan di desa itu terendam banjir sepanjang kurang lebih 1 kilometer. 

"Sedangkan di Desa Merah, tidak semua rumah penduduk terkena banjir. Hanya 30 rumah yang terendam, dengan ketinggian sekitar 40 cm," kata Rusmanto. 

Sementara itu, di Desa Luwuk Sampun hanya 6 rumah yang terendam banjir. Dengan ketinggian air 50 cm. Di desa tersebut, struktur tanah tergolong dataran tinggi. Dan hanya masayarakat yang tinggal di Kampung Lama yang terkena banjir. 

"Saat ini banjir tersebut sudah mulai turun, dan mudah-mudahan tidak ada hujan lebat lagi. Sehingga banjir bisa terus berkurang," harap Rusmanto. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)


TAGS:

Berita Terbaru