Pengelola Barak Mengaku Kapok Tidak Minta KTP pada Penghuni Kamar

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 11 Juni 2019 - 15:16 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Suharti, pengelola barak di Jalan Punus Permai III Palangka Raya mengaku kapok tidak meminta KTP penghuninya. Ini berkaitan dengan adanya penghuni baraknya yang diamankan polisi sebagai terduga teroris.

Ia pun menuturkan, mengaku sangat terkejut karena dua keluarga yang tinggal di baraknya diamankan polisi karena dugaan teroris.

"Saya tidak berpikiran macam - macam, karena saat ingin menyewa barak orangnya baik saja, sehingga tidak memintai keterangan KTP," ungkapnya pada Borneonews, Senin 11 Juni 2019.

Bahkan, ia mengaku sempat berinteraksi dengan salah satu terduga teroris meskipun sebentar saja.

"Ada satu perempuan pernah bilang, kakinya sakit dan sempat meminjam cobek saya," lanjut perempuan yang berprofesi penjual sayur ini.

Saat penggrebekan, ia mengaku ketakutan dan masih belum mengetahui bahwa penghuninya tersebut diduga sebagai teroris.

"Saya penggrebekan, kami disuruh masuk dan menutup pintu, karena merasa takut saya sembunyi di kamar dan saat boleh keluar baru tahu permasalahan sebenarnya," imbuh dia. (GAZALI/B-5)

Berita Terbaru