Realisasi Belanja Kota Palangka Raya Tahun 2018 Alami Penghematan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 11 Juni 2019 - 17:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Realisasi belanja daerah Kota Palangka Raya tahun anggaran 2018 lalu mengalami penghematan.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah saat menyampaikan Pidato Wali Kota Palangka Raya mengenai pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2018 dalam rapat paripurna ke-2 masa sidang II tahun sidang 2019 yang dilaksanakan DPRD Kota Palangka Raya pada Selasa, 11 Juni 2019.

"Pada perubahan APBD tahun anggaran 2018, jumlah belanja ditargetkan sebesar Rp 1,170 Triliun lebih sedangkan realisasinya sebesar Rp 1,079 Triliun lebih atau sebesar 92,2 persen. Artinya mengalami penghematan belanja sebesar Rp 90,883 Miliar lebih," kata Umi Mastikah.

Belanja tersebut, lanjut Umi, terdiri dari belanja operasi terealisasi sebesar Rp 844,235 Miliar lebih yang terdiri beberapa sekmen lagi.

"Dari belanja pegawai terealisasi sebesar Rp 488,053 Miliar Lebih, belanja barang dan jasa terealisasi sebesar Rp 306,908 Miliar, belanja bunga terealisasi sebesar Rp 1,461 Triliun lebih, belanja hibah terealisasi sebesar Rp 37,776 Miliar lebih, serta belanja bantuan sosial terealisasi sebesar Rp 10,036 Miliar lebih," terang Umi.

Selain itu, belanja modal terealisasi sebesar Rp 232,289 Miliar lebih

"Belanja tak terduga terealisasi sebesar Rp 3,469 Miliar lebih," tuturnya.

Rapat paripurna pertama yang dilaksanakan setelah libur panjang lebaran ini dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Ida Ayu Nia Anggraini.

Menurut Ida Ayu, rapat paripurna ini merupakan bagian dari pembahasan rancangan peraturan daerah atau raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2018.

"Ini memang raperda yang memang selalu rutin dibahas setiap tahunnya terkait pertanggungjawaban keuangan tahun sebelumnya," tutur Ida Ayu. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru