Inflasi Jasa Angkutan Udara di Kalteng Tinggi

  • Oleh Agus Priyono
  • 11 Juni 2019 - 22:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat, salah satu penyebab naiknya inflasi di Kalteng khususnya dua kota yang menjadi acuan yakni Palangka Raya dan Sampit, dipengaruhi inflasi yang terjadi pada angkutan udara.

Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri mengatakan, jika survey atas andil inflasi jasa anguktan udara di Kota Palangka Raya dan Sampit medominasi sejak Mei 2019.

"Inflasi jasa angkutan udara ini cukup tinggi. Inflasinya untuk Palangka mencapai 0,26 persen. Sedangkan untuk Sampit mencapai 0,34 persen," ujar Yomin, Selasa, 11 Juni 2019.

Sementara itu, pada tahun 2019 ini penggunaan jasa tansportasi udara cenderung turun. Hal itu dibuktikan dengan rendahnya penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dibanding tahun 2018, khususnya saat arus mudik dan arus balik.

Dari data yang yang berhasil dihimpun, di tahun 2018 jumlah arus mudik jelang lebaran pada H-2 mencapai 2.134 penumpang, sedangkan di tahun 2019 turun menjadi 1.782 penumpang atau turun sebanyak 16,49 persen.

Sedangkan untuk arus balik terakhir pada H+2 setelah lebaran, arus balik yang melewati Bandara Tjilik Riwut pada tahun 2018 mencapai 2.082 penumpang, sedangkan pada tahun 2019, turun menjadi 1.3372 penumpang atau turun sebanyak, 33,46 persen.

"Untuk penurunan penumpang di bandara itu banyak faktor penyebabnya. Selain harga tiket yang mahal juga faktor moda transportasi lain yang sudah mulai dikembangkan menjadi lebih maju oleh pemerintah," kata Asisten Manager Airport Security Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Hari. (AGUS/B-11)

Berita Terbaru