Pendidikan Seksual Disesuaikan Dengan Perkembangan Usia Anak

  • Oleh Agus Priyono
  • 12 Juni 2019 - 23:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam memberikan edukasi tentang seksualitas kepada anak, orangtua juga harus memperhatikan masa perkembangan usia anak.

Seorang psikolog di Palangka Raya, Dina, Rabu, 12 Juni 2019, mengatakan, jika dengan mengajarkan pendidikan seksualitas sesuai dengan perkembangan usia dan tingkat pendidikan anak, tentunya dapat meningkatkan keefektifan dalam pembelajaran seksualitas kepada anak.

"Tidak mungkin juga, anak TK itu diajarkan soal tidak boleh berciuman atau yang lainnya, karena itu belum sesuai umurnya. Tentu tidak sesuai," ujar Dina.

Dia menambahkan, dalam mengajarkan pendidikan sesuai dengan perkembangan usia anak terkhusus anak TK tersebut contohnya seperti perbedaan jenis kelamin, dan juga pengetahuan mengenai bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh disentuh.

"Di dalam agama, khususnya islam, sejak usia 7 tahun sudah dikenalkan adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Kemudian mulai diajarkan sentuhan yang boleh dan tidak boleh, berpakaian yang sopan. Jadi saya rasa pendidikan seksual sejak dini itu perlu diterapkan," pungkas Dina.

Kurangnya pengetahuan mengenai seksualitas juga perhatian dari orang tua mengenai hal itu, memberikan dampak yang cukup berbahaya bagi anak. Pasalnya anak dapat terjebak dalam pergaulan yang salah.

Dari pergaulan yang salah itu, bisa memicu terjadinya seks pranikah hingga kehamilan. Bahkan tak jarang berujung pada tindakan pidana seperti pembuangan bayi yang terjadi di Jalan Mahir Mahar Palangka Raya pada 1 Juni 2019 lalu. (AGUS/B-11)

Berita Terbaru