Tidak Mau Mati, Bos ini Pilih Nyawa Ketimbang Harta

  • Oleh Naco
  • 13 Juni 2019 - 15:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Setelah mau dihabisi Nopiyanto  lebih memilih nyawanya ketimbang mempertahankam hartanya. Ia pun menyerahkan seluruh uang hingga ATM miliknya setelah bos CV Karya Cipta Mandiri itu dirampok oleh anak buahnya, Wanda Tri Putra alias Putra.

"Saat itu saya dihajar habis-habisan, seluruh bagian tubuh saya dipukul. Saya dicekik hampir tidak bisa bernafas lagi, hingga saya berucap kalau saya belum mau mati. Silakan ambil saja apa yang kamu mau," beber korban.

Karena Putra mencari uang, korban menyerahkan uang tunai Rp 32.292.902 beserta faktur setoran yang ada dalam laci meja kantor. Termasuk Putra mengambil 6 ATM yang berisi uang Rp 26 juta.

Itu semua korban terangkan di hadapan majelis hakim yang diketuai Dony Prianto, Kamis, 13 Juni 2019 saat sidang di Pengadilan Negeri Sampit setelah jaksa Didiek Prasetyo Utomo menghadirkan saksi korban dan tetangganya Sunaryo.

Menurut saksi, terdakwa melakukan perbuatannya pada Rabu, 3 April 2009 sekitar pukul 23.30 WIB di kantor CV Karya Cipta Mandiri, Jalan Batu Akik, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Ketika itu saya sudah mau tidur dan masuk ke dalam kamar," kata korban.

Melihat lampu mati ia keluar, terdakwa yang sudah ada di luar langsung menyeret korban ke dalam hingga terdakwa melancarkan perbuatan jahatnya itu usai dipecat oleh korban. (NACO/B-5)

Berita Terbaru