Angka Stunting Jadi Perhatian Serius Pemprov Kalteng 

  • Oleh Budi Yulianto
  • 13 Juni 2019 - 16:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Angka stunting di Kalimantan Tengah masih cukup tinggi. Kondisi itu kini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Kalimantan Tengah untuk menurunkan angka tersebut.

Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fakhrizal Fitri mengatakan, Kalteng menempati peringkat 5 besar tingkat nasional. 

"Untuk saat ini, 34 persen. Sangat tinggi. Kemudian bila dibagi berdasarkan kabupaten, Kabupaten Kotim terbesar yaitu 48 persen atau sudah mendekati 50 persen. Artinya, kalau 50 persen, 10 bayi lahir maka 5 nya sudah kena stunting," ucap Fakhrizal Fitri usai rapat forum koordinasi pelaksanaan Germas dan percepatan penanggulangan stunting, Kamis, 13 Juni 2019.

"Oleh sebab itu, ini menjadi perhatian kita semua dan harus dilakukan upaya penanganan untuk menurunkan angka stunting karena berkaitan dengan generasi Kalteng," ungkapnya.

Sekda menuturkan, langkah awal menurunkan angka stunting yakni menyusun program berikut membagikan tugas ke masing-masing SOPD. 

"Kemudian meminta mereka menyusun anggarannya dan akan dievaluasi seberapa jauh anggaran tersebut digunakan," bebernya.

Dalam menangani stunting, lanjutnya, pemerintah akan menggerakan semua anggaran. Baik dari APBN, APBD provinsi, kabupaten dan kota hingga dana desa. 

Anggaran 10 persen dari APBD untuk kepentingan kesehatan nantinya juga harus lebih rinci soal penggunaannya. Hal itu untuk mengetahui apakah juga digunakan untuk menangani masalah stunting. 

Pihak perusahaan juga diharapkan membantu menangani masalah tersebut dilingkungan kerjanya melalui program CSR. 

Sekda menambahkan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan atau HPK. (BUDI YULIANTO/B-3/Adv)

Berita Terbaru