Jaksa Sebut Ada Upaya Menyembunyikan Perbuatan Jahat di Kasus Mantan Bupati Katingan

  • Oleh Agus Priyono
  • 13 Juni 2019 - 22:52 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jaksa penuntut umum, Tomy Aprianto menyebutkan ada upaya menyembunyikan perbuatan jahat yang mengakibatkan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi mantan Bupati Katingan, Yantenglie.

Dia menjelaskan, upaya tersebut berupa pemindahan uang kas daerah ke BTN Pondok Pinang yang dilakukan Yantenglie bersama Tekli. Proses itu dilakukan secara tidak transparan karena memang menyalahi prosedur.

Kemudian saat diketahui ada uang yang hilang dalam rekening kas daerah di BTN tersebut, ada upaya penghilangan jejak dengan buka tutup rekening oleh Tekli, yang pada saat itu menjabat sebagai Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) atas suruhan Yantenglie.

"Dari mekanisme dan tata caranya yang tidak transparan, kami melihat memang sudah ada niat jahat di situ. Mulai dari penempatan uang sampai upaya menutupi uang yang hilang itu," kata Tomy, Kamis, 13 Juni 2019.

Dia menambahkan, pihak terdakwa menyatakan ada kehilangan uang kas daerah yang terjadi pada rekening Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan di BTN. Seharusnya terdakwa yang saat itu menjabat sebagai Bupati Katingan, langsung melapor ke aparat berwenang.

"Kalau ada kesalahan kenapa tidak dikejar? Kenapa tidak dilaporkan? Artinya, karena terdakwa sudah melajukan keasalahan di awal. Kemudian mencoba menutupi, tapi malah melakukan perbuatan yang jauh lebih salah dari sebelumnya," pungkasnya. (AGUS/B-11)

Berita Terbaru