Pasar Komoditas Digelayuti Aura Negatif

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 14 Juni 2019 - 08:56 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Kamis (13/6/2019), harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan masih dalam tekanan dengan pergerakan di kisaran sempit. 

Tekanan terhadap harga kedelai dan minyak kedelai di bursa Chicago, AS, sebagai dampak perang dagang dengan China, masih akan mempengaruhi gerak harga CPO. 

Terlebih nilai tukar dolar AS yang melemah terhadap sebagian mata uang utama dunia, termasuk ringgit Malaysia, membuat harga CPO lebih mahal bagi pemegang mata uang selain ringgit. Kondisi ini membuat CPO dijauhi pembeli, kata seorang pelaku pasar di Jakarta, Kamis. 

Pada perdagangan Rabu (12/6/2019), harga CPO acuan kontrak Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,4% di level RM2.000 ($480,31) per ton.

Sedangkan harga minyak kedelai kontrak Juli di Chicago turun 0,6% sehari sebelumnya dan turun lagi 0,1% pada Rabu. 

Demikian juga dengan harga jagung di AS yang turun. 

Pergerakan harga minyak mentah dunia yang juga cenderung melemah, diestimasi akan memberikan tekanan terhadap harga CPO. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru