M Subitro Meninggal Dunia di Perantauan dalam Kesendirian

  • Oleh Ramadani
  • 17 Juni 2019 - 19:50 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh -  Niat hati ingin mencari pekerjaan di Kabupaten Barito Utara, M Subitro, 66, warga Kelurahan Nanga Bulik Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, akhirnya meninggal di perantauan.

Ia bahkan meninggal dalam kesendirian. Tidak ada sanak saudara yang mendampinginya.

M Subitro dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Muara Teweh serta harus dirawat di ruang ICU pada Kamis, 13 Juni 2019. Ia menderita sakit cukup parah.

"Pasien atas nama M Subitro masuk rumah sakit pada Kamis, 13 Juni 2019 pukul 21.12 WIB. Pasien di antar ke sini karena sakit yang cukup parah, sehingga di rawat ke ruang ICU lantai 3," ujar Humas RSUD Muara Teweh Agus Redha mewakili Direktur, Senin, 17 Juni 2019.

Berdasarkan informasi, M Subitro sebelumnya merantau ke Barito Utara dengan tujuan untuk mencari pekerjaan. Sehari-hari dia tidur di kawasan Pasar Gembira Muara Teweh.

Agus menuturkan, kondisi M Subitro sebenarnya mulai membaik bila dibandingkan dengan hari pertama masuk rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain, dia meninggal dunia pada Senin, 17 Juni 2019

Sebelum meninggal dunia, Subitro sempat mengungkapkan perjuangan hidupnya. "Saya tidak punya anak ataupun istri. Merantau ke Muara Teweh inginnya mencari kerja. Sudah satu tahun di sini, makan minum masyarakat yang ngasih. Sedangkan tempat tinggal dan tidur di jalan-jalan ataupun Pasar Gembira Muara Teweh," ungkap Agus menirukan perkataan almarhum. (RAMADANI/B-3)

Berita Terbaru