Ini Langkah Dinas Kesehatan Tekan Angka Stunting di Kalteng

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 19 Juni 2019 - 18:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Berdasarkan hasil survei terakhir Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan angka stunting di Kalteng berada di kisaran 34.04 persen lebih tinggi dari angka nasional 30.08 persen. 

Menekan angka tersebut, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah berusaha untuk melakukan intervensi pada aspek aspek yang mempengaruhi angka stunting balita.

“Mulai dengan mengajak ibu yang masih mengandung untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, Rabu, 19 Juni 2019.

Menurutnya hal itu diperlukan agar bayi yang lahir nantinya dapat sehat dan tidak mengalami stunting dalam tumbuh kembangnya. 

"1000 hari pase kelahiran bayi sampai balita, harus benar-benar diperhatikan untuk masalah asupan makanannya jangan sampai ada ketidak seimbangan gizi dalam asupan makannya. Karena akan berpengaruh dalam tumbuh kembangnya," bebernya. 

Selain itu, pihaknya juga berkordinasi dengan pemerintah pusat untuk memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana inilah yang nantinya membantu masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyetaraan gizinya. 

"Dengan demikian angka stunting bisa kita tekan," tegasnya. (HERMAWAN DP/B-5)

Berita Terbaru