Baru 13 Desa di Kotawaringin Timur Miliki Pendapatan Asli Desa

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 19 Juni 2019 - 22:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Dari 168 desa yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), baru 13 desa yang sudah memiliki pendapatan asli desa. Baik itu yang bersumber dari kerjasama CSR maupun dari bagi hasil usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Di Kotim hingga saat ini baru 13 desa yang sudah miliki pendapatan asli desa. Sedangkan 155 desa lainnya belum ada," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor kepada Borneonews.co.id, Rabu, 19 Juni 2019.

Dirinya menerangkan, dari 13 desa tersebut, 6 desa di antaranya bersumber dari hasil kerjasama CSR, plasma perusahaan, dan hasil pengelolaan aset desa. Sedangkan 7 desa lainnya bersumber dari bagi hasil usaha BUMDes.

Dengan adanya hal tersebut, seharusnya menjadi contoh bagi desa lainnya yang ada di Kotim. Karena meski tanpa ada berdirinya perusahaan di desa mereka, pendapatan asli desa tetap bisa digali. 

Asalkan pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik, salah satunya dengan menggali apa saja potensi dari desa tersebut, yang bisa mendapatkan keuntungan bagi desa itu sendiri.

"Selama ini desa sudah mendapatkan anggaran dana desa besarannya rata-rata Rp 1 miliar. Dan itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa dengan membentuk BUMDes. Dan itulah yang harus dijalankan," kata Halikinnor.

Dirinya juga menerangkan, meningkatkan pendapatan asli desa juga merupakan salah satu program pemerintah, dalam rangka memanfaatkan dana desa. Terutama untuk membentuk ekonomi kemasyarakatan dan juga pendapatan desa. 

Hal itu harus dilakukan, jika desa ingin maju. Sehingga tidak bergantung terus menerus dengan pemerintah. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)

Berita Terbaru