Prospek Industri Sawit Cerah Berkat Program B30

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 21 Juni 2019 - 06:46 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan kelapa sawit memiliki harapan atas uji coba kewajiban penggunaan campuran minyak sawit dalam solar sebesar 30% atau biodiesel 30 (B30).

"Rencana pemerintah untuk meningkatkan campuran biodiesel menjadi B30 dapat mendorong laju permintaan domestik terhadap kelapa sawit," kata Direktur Keuangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT), Lucas Kurniawan, di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Begitu juga dengan inisiatif pemerintah untuk menggunakan bahan bakar hijau dan berbasis CPO guna menggantikan bahan bakar fosil dan rencana pembangunan empat pembangkit tenaga listrik bertenaga CPO.

"Program B30 oleh pemerintah tidak hanya berdampak positif bagi ANJT tetapi juga untuk industri pada umumnya karena akan terciptanya pasar baru dan terlebih ini adalah pasar domestik," papar Lucas.

Inisiatif pemerintah dalam menciptakan pasar, lanjut Lucas, patut disyukuri dan dihargai karena saat ini industri minyak sawit tengah menghadapi pelemahan permintaan.

"Hal itu disebabkan oleh ketidakpastian iklim ekonomi global akibat ketegangan hubungan dagang antara AS dan RRT dan kampanye anti sawit di Benua Eropa," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru