Sistem Distribusi Elpiji Saat Ini Kerap Buat Kelangkaan

  • Oleh Naco
  • 22 Juni 2019 - 09:18 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sistem distribusi elpiji saat ini kerap membuat kelangkaan di kalangan masyarakat. Sehingga harus dilakukan evaluasi.

Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur Alexius Esliter menyebutkan, banyak masyarakat yang berhak menggunakan dan mendapatkan elpiji subsidi seperti yang tinggal di pelosok, namun banyak yang tidak kebagian.

"Dari itu kami mendesak sistem distribusi elpiji subsidi di Kotim harus dievaluasi," kata politisi PDI Perjuangan tersebut, Sabtu, 22 Juni 2019.

Menurut Alexius, akibat ketidakberesan dalam distribusi barang subsidi ini, tidak hanya membuat warga di pelosok kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi saja, namun juga jika ada harganya sangat mahal. 

Persoalan ini, kata dia, sudah sejak lama. Ia prihatin belum sepenuhnya mampu diatasi. Padahal jika pemerintah melalui instansi terkait serius, apalagi dengan membentuk tim ia yakin persoalan tersebut tidak akan berkepanjangan.

Saat ini harga untuk elpiji 3 kilogram ini juga sepakat atas ketentuan yakni antara Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per tabung. Elpiji tabung 3 kilogram selama ini hanya dinikmati oleh masyarakat di wilayah perkotaan, sedangkan masyarakat miskin di pelosok harus gigit jari.

"Ini kami yang tidak sepakat barang yang harus dinikmati masyarakat miskin justru tidak jelas pendistribusiaannya," pungkasnya. (NACO/B-2)


TAGS:

Berita Terbaru