Warga Segel SMP 2 Satu Atap Murung

  • Oleh Syahriansyah
  • 25 Juni 2019 - 12:08 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Warga segel SMP 2 Satu Atap (Satap) Murung yang berada di Desa Bahitom, Kabupaten Murung Raya. Penyegelan itu lantaran klaim lahan sekolah yang belum tuntas.

Iwai, warga Desa Bahitom yang melakukan penyegelan sekolah mengaku tidak terima atas tanah hibah yang diberikannya diklaim oleh mantan kepala Desa Bahitom. 

"Sejak 2013 lahan ini kami permasalahkan karena merasa keberatan tanah hibah yang kami serahkan kepada mantan kepala desa bahitom itu diklaim olehnya dengan mengatasnamakan tanah hibah itu miliknya," ujar Iwai saat ditanya borneonews.co.id, Selasa, 25 Juni 2019.

Ia juga menjelaskan, yang paling parah tanah hibah yang diberikan kepada mantan kepala desa tersebut untuk pembangunan SMP 2 Satap Murung berukuran 40 x 100 meter. Namun lahan sekolah hanya mendapat 20 x 100 meter saja, sedangkan untuk 20 meternya dijual kepada orang lain. 

"Saya hanya ingin hal ini diluruskan, karena saya sudah berapa kali minta bantuan kepala desa saat ini untuk menuntaskan masalah ini. Tapi tidak terselesaikan sehingga terpaksa kami akan segel sekolah ini hingga masalah ini dituntaskan," lanjut Iwai. 

Selain itu, dirinya juga menyebutkan, permasalah lahan SMP 2 Satap Murung ini sekadar dianggapnya untuk mengembalikan hak sekolah yang disalahgunakan oleh penerima hibah yaitu mantan kepada Desa Bahitom. (RIANSYAH/B-2) 

Berita Terbaru