Pemerataan Guru Sulit Dilakukan di Kotawaringin Timur

  • Oleh Naco
  • 25 Juni 2019 - 18:02 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sarjono menyebutkan sejauh ini pemerataan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sulit dilakukan, sehingga berpengaruh bagi daerah pelosok.   

Menurutnya kualitas pendidikan dipelosok akan sulit tercapai jika masih banyak guru menumpuk di perkotaan sementara pelosok diabaikan. 

Dijelaskannya melakukan pemerataan ini memang sangat berat dilakukan bagi PNS yang sudah berkeluarga.

Meski demikian dia mendesak agar guru yang menumpuk di kota ini harus dimutasi ke daerah yang belum ideal jumlah guru PNS

Menurutnya, di pedalaman bahkan ada satu sekolah hanya ada satu guru yang statusnya PNS, selebihnya itu adalah honorer yang dibiayai dana BOS. 

Padahal dari sisi aturan penggunaan dana BOS bukan diprioritaskan untuk menggaji guru, namun untuk kegiatan operasional sekolah itu sendiri.

"Karena kekurangan guru, sekolah mau tidak mau melakukan itu," kata Sarjono, Selasa, 25 Juni 2019

Maka dari itu kondisi harus jadi perhatian bersama. Bahkan pememerintah harus memiliki keberanian untuk melakukan pemerataan demi terciptanya pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. (NACO/B-6)

Berita Terbaru