Menatap Strategi Hilirisasi Sawit Sumbermas Sarana

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 26 Juni 2019 - 19:44 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Emiten di sektor pekebunan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. atau SSMS melakukan restrukturisasi bisnis dengan menjangkau penghiliran minyak sawit.

Perseroan berencana melakukan afiliasi bersama PT Citra Borneo Indah (CBI) yang memegang 53,75% saham SSMS beserta anak-anak usaha lainnya. Dengan begitu, emiten perkebunan tersebut menyiapkan transaksi afiliasi Rp2,52 triliun yang  bertujuan ekspansi penghiliran sawit dan tambahan pendanaan perseroan dalam jangka panjang.

Restrukturisasi bisnis dilaksanakan dengan melihat kondisi pasar crude palm oil (CPO) yang tidak menentu. Ini terjadi karena kebijakan Renewable Energy Direction II (RED II) yang ditetapkan Uni Eropa sekaligus perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Akibat kedua hambatan itu, harga CPO terkoreksi sampai menyentuh RM 1988/ton.

Tahun ini, kondisi pasar CPO tidak akan jauh berbeda baik dari iklim bisnis perkebunan atau aspek harga secara global. Pasar CPO akan terbelah menjadi dua segmen, yaitu biodiesel dan konsumer. 

Mungkin dengan kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan biodiesel akan ada masukan tambahan yang bisa diraih. Akan tetapi, itu tidak akan cukup mendongkrak pendapatan secara signifikan. Dengan demikian, restrukturisasi dari hulu ke hilir perlu dilakukan, utamanya dengan memproduksi sustainable CPO supaya ada insentif.

Apalagi, 51% ekspor CPO untuk memenuhi kebutuhan biodiesel Uni Eropa. Dengan restrukturisasi, SSMS berharap bisa menembus pasar Eropa dengan mulus.

Sedangkan Analis Senior Mirae Asset Sekuritas, Andy Wibowo Gunawan, mengatakan pendapatan SSMS meningkat seiring dengan pertumbuhan volume penjualan. 

"Tahun ini, diperkirakan pendapatan SSMS akan meningkat," katanya dalam risetnya.

Andy merekomendasikan beli terhadap SSMS dengan target harga Rp1.800. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru