DPRD Kotawaringin Timur Desak Razia Penyaluran Gas Elpiji

  • Oleh Naco
  • 27 Juni 2019 - 19:52 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur mendesak agar Pemkab Kotim melakukan penertiban di lapangan untuk menelusuri persoalan langkanya gas elpiji 3 kilo gram dan penjualan di atas harga kewajaran. 

"Lakukan razia tidak hanya ke agen dan pangkalan saja, namun ke rumah makan atau usaha yang tidak seharusnya menggunakan elpiji subsidi itu," kata Rudianur, Kamis, 27 Juni 2019.

Dengan adanya razia kata politisi Golkar itu maka bisa menjaring semua yang  bermain dengan elpiji subsidi tersebut. Karena sampai saat ini belum ada aksi nyata dari pemerintah daerah mengatasi persoalan itu.

"Mestinya dengan kewenanganya bisa melakukan penertiban di lapangan untuk mereka yang berjualan di atas ketentuan dan juga mereka yang menumpuk gas elpiji 3 Kg itu," tegasnya.

Kelangkaan elpiji ini merupakan persoalan yang melibatkan banyak orang dan tantangan bagi pemerintah daerah untuk memenuhi kewajiban dasar yang jadi hak masyarakat.

Seharusnya kata dia harga elpiji subsidi itu di bawah Rp 20 ribu per tabung, namun ternyata ada yang menjual hingga di harga Rp 30 ribu bahkan lebih.

"Dari sisi harga saja sudah melanggar. Belum lagi, kpenyimpangan dalam distribusinya," tukasnya.

Selama ini persoalan itu tidak pernah ada penyelesaian. Maka dari itu kepada siapapun yang sengaja membuat penyaluran  elpiji 3 kilogram ini melanggar agar diberi sanksi tegas. (NACO/B-6)


TAGS:

Berita Terbaru