Setelah Dilantik Anggota Dewan Baru Harus Berani Bicara

  • Oleh Naco
  • 29 Juni 2019 - 10:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur HM Jhon Krisli mengimbau anggota dewan baru yang akan dilantik pada 14 Agustus 2019 mendatang harus berani bicara lantang di lembaga legislatif. 

Menurut Jhon, anggota dewan yang berani bicara sebagai bukti menjalankan fungsi pengawasan atau kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan yang dilakukan eksekutif.

Jhon menyebut, selama ia di DPRD 3 periode atau 5 tahun ini sudah paham betul bagaimana dengan lembaga itu memprosisikan diri.

“Saya memang kerap disebut selalu menyerang pemerintah daerah," kata Jhon, Sabtu, 29 Juni 2019.

Tetapi anggapan itu, kata dia, hanya  muncul dari orang yang tidak tahu fungsi legislator yang punya fungsi pengawasan.

Sebaliknya, lanjut Jhon, kalau anggota DPRD tidak pernah mengkritisi kebijakan pemerintah yang seharusnya dianggap tidak pro kepada orang banyak dan justru dianggap tidak berfungsi. 

"Jadi anggopta DPRD memang dibayar untuk bicara dan mengawasi kerjaan dari eksekutif,” tegas Jhon.

Sistem pemrintahan, kata Jhon merupakan terjamahan dari trias politika. Di situ terjadi pembagian kekuasaan di mana ada kekuasan eksekutif, legislatif dan yudikatif. 

Eksekutif melakukan eksekusi pembangunan, sementara legislatif mengawasi esekusi atau pelaksanaannya di lapangan, sementara itu yudikatif ini tugasnya untuk menegakan aturan perundang-undangan. 

"Apalagi sekarang anggota dewan digaji besar. Masak diam saja," tandasnya. (NACO/B-5)

Berita Terbaru