Wakil Bupati Sukamara Berharap Kerajinan Purun Kembali Dihidupkan

  • Oleh Norhasanah
  • 29 Juni 2019 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengharapkan masyarakat kembali menghidupkan kerajinan pengolahan purun, mengingat kerajinan yang banyak digeluti oleh lansia tersebut mulai tenggelam, bahkan sulit ditemukan.

"Desa Sukaraja dan Pangkalan Muntai Itu gudangnya pulau purun," ucap H Ahmadi, Sabtu, 29 Juni 2019.

Ahmadi berharap, dengan melimpahnya bahan baku, maka para lansia yang ada diwilayah tersebut dapat diberdayakan untuk pengolah kerajinan tersebut, mengingat pengrajin memang didominasi oleh ibu-ibu lanjut usia.

"Cobalah lansia-lansia kita diberdayakan, dulu mereka membuat tikar, tas purun dan lain sebagainya, hanya saja tidak ada yang membelinya," ujar Ahmadi.

Dengan kembali dihidupaknya kerajian tersebut, maka dapat menambah penghasilan pengrajin purun diwilayah Kabupaten Sukamara. Mengingat kerajinan dari purun ini pernah menjadi mata pencarian masyarakat, namun seiring berjalannya waktu kerajinan berupa tikar purun dan tas purun tenggelam karena kesulitan dalam pemasaran.

"Melalui dinas terkait ini harus kita bantu agar potensi ini bisa dikembangkan yakni dengan melibatkan pengrajin-pengrajin dari lanjut usia untuk menjadi pengrajin tas dan tikar purun selanjutnya ini kita pasarkan kewilayah-wilayah yang memiliki potensi untuk ini," pinta Ahmadi. (NORHASANAH/B-5)

Berita Terbaru