Pendidikan Bukan Lahan Bisnis

  • Oleh Agus Priyono
  • 29 Juni 2019 - 21:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Kepala sekolah SMPN 8 Palangka Raya berinisial SA menjadi penegasan bagi Kejaksaan Negeri Palangka Raya maupun Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah bahwa pendidikan bukanlah lahan bisnis.

Kasi Penegakkan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Rustianto saat mendatangi kantor Kejari Palangka Raya seusai OTT, pada Sabtu, 29 Juni 2019 menegaskan jika penangkapan yang dilakukan ini juga sebagai perlindungan bagi masyarakat.

Menurutnya dunia pendidikan merupakan tempat untuk mencerdaskan para generasi bangsa, sebagai tempat membentuk karakter, baik itu kejujuran maupun keilmuan.

"Tindakan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari tindak pemerasan atau pungli terkait dunia pendidikan. Jika dibiarkan pendidikan akan menjadi tempat bisnis bukan sebagai tempat untuk mencerdaskan anak didik," tegasnya.

Dia menambahkan jika status dari OTT ini masih akan menunggu 1 x 24 jam terkait apakah kasus ini akan ditinggakatkan ke penyidikan berikut juga penetapan tersangkanya.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah masih ada korban lain yang sudah memberikan sejumlah uang kepada oknum kepsek tersebut.

"Untuk pelapor tidak akan kami kenakan pidana karena sebagai korban dan wajib dilindungi oleh undang-undang," tegasnya. (AGUS/B-6)

Berita Terbaru