Provident Agro Siapkan Strategi Alternatif Hadapi Dinamika Ekonomi Global

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 30 Juni 2019 - 12:26 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Industri Crude Palm Oil (CPO) nasional saat ini masih gonjang-ganjing karena terpukul akibat dinamika ekonomi global.

"Dinamika perekonomian global, terutama perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, memicu perlambatan ekonomi dan memiliki andil dalam penurunan bisnis sawit," kata Direktur Keuangan PT Provident Agro Tbk (PALM), Devin Antonio Ridwan, di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurut Devin, harga rata-rata CPO dunia tahun lalu turun dari tahun sebelumnya. 

"Harga CPO dunia turun mencapai US$595,5 per metrik ton, turun 17% dibandingkan 2017. Harga rata-rata CPO Provident Agro juga turun menjadi Rp7416 per kg pada tahun lalu," papar dia.

Untuk menekan penurunan pendapatan, strategi lain yang dilakukan yaitu mendivestasikan perusahaaan yang dimiliki oleh PT Provident Agro. Tahun sebelumnya perseroan diketahui mengajukan buyback di bursa saham, namun hingga tahun ini belum memberikan persetujuan buyback.

Sedangkan Presiden Direktur Provident Agro Tbk, Tri Boewono, menambahkan, pihaknya optimistis menghadapi 2019 dengan menyiapkan strategi alternatif untuk mengatasi kelesuan bisnis CPO di Tanah Air.

"Menghadapi tantangan ini, kami mencari peluang untuk mengoptimalkan kompetensi, pengalaman dan sumber daya yang kami miliki. Kami juga berusaha untuk meningkatkan produktivitas kebun yang dikelola," ujar Tri. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru