Sopir Bus Yessoe Mengaku Capek

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 02 Juli 2019 - 18:26 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tersangka ES, 44, sopir bus Yessoe mengaku dalam kondisi capek saat peristiwa kecelakaan maut di jalan Trans Kalimantan Km 39, Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Senin, 1 Juli 2019.

Saat istirahat di daerah perbatasan Kalbar-Kalteng tepatnya di Kecamatan Delang, ES mengaku sudah meminta rekannya AS, 36, sebagai sopir cadangan untuk menggantikan dirinya mengemudikan bus, namun permintaan itu ditolak.

"Memang saat itu kondisi saya capek. Saya sempat meminta AS untuk gantian nyopir, tapi AS juga tidak mau dan dia mengaku kecapean juga, sehingga setelah istirahat makan di perbatasan itu saya lanjut nyopir lagi. Kondisinya memang capek," kata ES saat konferensi pers di Polres Lamandau, 2 Juli 2019.

Dikonfirmasi perihal adanya penumpang yang beberapa kali memperingati dan memintanya tidak kebut-kebutan dan ugal-ugalan selama perjalanan, ES mengaku tidak mendengar permintaan penumpang itu.

"Saya tidak dengar. Mungkin karena terhalang pembatas kaca, jadi saya tidak dengar," jawab ES. 

ES juga mengaku sudah 9 tahun sebagai driver bus antarkota antarprovinsi  atau AKAP dengan trayek Pontianak-Sampit.

Baru kali ini dia mengalami kecelakaan nahas. "Saya nyopir sejak 2011 dan kecelakaan baru kali ini," katanya.

Sejak berangkat dari Pontianak, SE mengaku sempat 1 kali bergantian dengan AS untuk mengemudikan bus, tepatnya saat perjalanan masih berada di wilayah Kalimantan Barat.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan Polres Lamandau kepada sopir cadangan berinisial AS, 36, diketahui bahwa AS positif menggunakan sabu.

Tidak hanya melalui pemeriksaan urine, AS juga terbukti membawa satu paket sabu yang disimpan di kantong celananya dengan berat kotor 0,29 gram dan setelah ditimbang berat bersihnya mencapai 0,09 gram. 

Berita Terbaru