Inflasi di Kalteng Menurun

  • Oleh Agus Priyono
  • 02 Juli 2019 - 22:22 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah pada Juni 2019 turun menjadi 0,14 persen bila dibandingkan dengan Mei 2019 yang mencapai 0,72 persen.

Persentasi inflasi ini diambil dengan acuan dua kota yang mengalami inflasi di Kalimantan Tengah, yakni Palangka Raya dan Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala BPS Provinsi Kalteng Yomin Tofri mengatakan, inflasi merupakan suatu keadaan perekonomian di suatu negara di mana terjadi kecenderungan kenaikkan harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang.

Untuk Provinsi Kalteng, persentase laju inflasi tahun kalender, tepatnya Juni 2019, mencapai 1,51 persen dan inflasi dari tahun ketahun menurun menjadi 2,89 persen ketimbang bulan sebelumnya yang mencapai  4,17 persen.

“Selama Juni 2019, Palangka Raya mengalami penurunan inflasi menjadi 0,12 persen dan Sampit turun menjadi 0,16 persen. Hal itulah yang menyebabkan Kalteng juga mengalami penurunan inflasi menjadi 0,14 persen,” ujar Yomin,Selasa, 02 Juli 2019.

Ia menambahkan jika inflasi yang terjadi di Kalteng khususnya Kota Palangka Raya dan Kota Sampit di pengaruhi beberapa faktor. Pertama ada faktor komponen inti atau core inflation, dan yang kedua adalah komponen harga bergejolak atau volatile foods.

“Ledua faktor itulah yang bersinergi terjadinya inflasi di Kota Palangka Raya dan sampit. Namun Sampit relatif lebih stabil terhadap harga bergejolak,” tuturnya. (AGUS/B-3)

Berita Terbaru