Ini Perkembangan Inflasi dan IHK Kota Palangka Raya

  • Oleh Agus Priyono
  • 02 Juli 2019 - 22:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Secara umum perkembangan indeks harga konsumen (IHK) menunjukan peningkatan di sejumlah sektor pada bulan Juni 2019, bila dibandingkan dengan Mei 2019. Pemantauan tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah.

Indeks harga konsumen (IHK) adalah indeks yang menghitung harga rata-rata barang dan jasa yang telah dikonsumsi konsumen. Indeks harga konsumen juga merupakan ukuran yang dapat memberi informasi tentang rata-rata konsumsi konsumen akan barang dan jasa dari kelompok tertentu seperti transportasi, makanan dan obat medis.

IHK sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi disuatu negara.

Selama periode Juni 2019, Kota Palangka Raya mengalami kenaikkan indeks harga naik 0,16, yang mana pada bulan Mei 2019 indeks harga berada pada angka 133,71, meningkat menjadi 133,87 pada bulan Juni 2019.

Meskipun harga indeks di Kota Palangka Raya meningkat, persentasi inflasi di Palangka Raya turun menjadi 0,12 persen pada Juni 2019 dari sebelumnya 0,55 persen di bulan Mei 2019.

Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri mengatakan inflasi di Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,11 persen, sandang 0,66 persen, serta kesehatan sebesar 0,28 persen.

 “Secara umum, inflasi yang terjadi di Palangka Raya itu dipengaruhi beberapa hal. Sehingga di bulan Juni ini mengalami inflasi  sebesar 0,12 persen. Sedangkan untuk inflasi yang terjadi di tahun kalender atau tahun 2019 ini sebesar 1,52 persen,” ujar Yomin, Selasa, 2 Juli 2019.

Selain itu, dari data survei yang dilakukan oleh BPS Kalteng, beberapa faktor yang mempengaruhi inflasi di Kota Palangka Raya, diantaranya, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau di kota Palangka Raya meningkat dari IHK sebesar 140,41 atau mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Sedangkan sektor Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga tidak mengalami perubahan sejak Mei hingga Juni 2019.

Tidak Hanya itu, Kota Palangka Raya juga mengalami Deflasi atau penurunan dibeberapa sektor, diiantaranya Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar yang mengalami deflasi sebesar 0,38 persen. Kemudian ada sektor Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yang mengalami deflasi 0,66 persen pada Juni 2019. (AGUS/B-3)

Berita Terbaru