Titi Wati Tidak Gagal Diet  

  • Oleh Agus Priyono
  • 03 Juli 2019 - 19:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus, Theodorus S. Atmadja mengatakan, bertambahnya berat badan Titi Wati pasca penimbangan yang dilakukan oleh pihak RSUD Doris Sylvanus bukan merupakan kegagalan dari program dietnya.

Theo menegaskan, kesalahan dari pasien yang membuat berat badan Titi Wati bertambah sebanyak satu kilogram semenjak penimbangan terakhir April 2019 lalu.

“Program dietnya tidak gagal, tapi pasiennya yang tidak mengikuti program diet itu dengan baik. Tentu hasilnya terlihat dengan bertambahnya berat badan dari pasien,” tegas Theo melalui telepon, Rabu, 03 Juli 2019.

Ia juga menegaskan, operasi bariatrik yang dijalani Titi Wati pada Januari 2019 lalu merupakan langkah yang signifikan dalam menurunkan berat badan. Hal tersebut dibuktikan dengan turunnya berat Titi Wati dari 220 Kg menjadi 206 Kg pada April 2019 lalu.

Menurutnya, yang paling menentukan berhasilnya diet Titi Wati untuk mencapai berat ideal adalah dengan memperketat pola dietnya dengan komitmen dari diri sendiri yang menjaga pola makannya.

“Kami di sini cuma memfasilitasi dari operasi sampai dietnya. Jika timbangannya malah naik artinya yang bersangkutan tidak bisa menjaga pola makannya. Seharusnya dia menjaga pola makan dan juga jenis makanannya supaya dietnya bisa berhasil,” tandasnya. (AGUS/B-2)

Berita Terbaru