DAS Katingan Surut, Pemilik Keramba di Kasongan Khawatir Ikan bakal Mati

  • Oleh Abdul Gofur
  • 07 Juli 2019 - 15:46 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Daerah aliran sungai atau DAS Katingan surut sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat pemilik keramba khawatir akan banyak ikan yang mati.

Debit air Sungai Katingan, terutama di wilayah Kota Kasongan, sudah lebih dari dua pekan menyurut. Dari pantauan borneonews.co.id, Minggu, 7 Juli 2019, penyusutan debit air sungai di sekitar Jembatan Sei Katingan mencapai sekitar 2 meter dari bibir sungai.

Penyurutan debit air sungai disertai kualitas air yang buruk alias keruh. "Kita terus terang khawatir dengan surutnya air Sungai Katingan ini. Sebab biasanya kalau kondisi air surut akan banyak ikan keramba kita yang mati," ujar Husni, pemilik keramba di Kampung Banjar, RT 12m Kelurahan Kasongan Lama.

Biasanya, kata Husni, matinya ikan keramba saat musim kemarau dipengaruhi oleh kondisi air sungai yang keruh. Ikan yang paling rentan mati biasanya anakan.

"Tapi kalau surutnya berlangsung lama biasanya ikan yang besar atau siap panen juga ikut mati," katanya.

Menurut Husni, sebagian besar warga di Kampung Banjar memiliki usaha keramba ikan di Sungai Katingan. Bahkan, jumlah keramba yang ada di Kampung Banjar ini mencapai ratusan buah.  

Husni sendiri mengaku memiliki 8 keramba yang semuanya diisi ikan nila. Ia tidak memelihara ikan emas sebab tidak tahan dengan kondisi air keruh, terutama saat kemarau atau air surut.

"Alhamdulillah sekarang ikan masih aman artinya memang ada yang mati tapi masih normal. Tapi enggak tahu kalau kondisi air semakin surut nantinya," turur dia. (ABDUL GOFUR/B-3)

Berita Terbaru