BPBD Palangka Raya Ingatkan Dampak Buruk Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 08 Juli 2019 - 20:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, mengingatkan masyarakat terkait bahaya dan dampak buruk kebakaran hutan dan lahan.

“Setiap terjadinya karhutla, maka akan berdampak negatif dalam berbagai sendi kehidupan,” kata plt Kepala BPBD Palangka Raya, Supriyanto saat sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Aula Kelurahan Langkai, Senin, 8 Juli 2019.

Dampak utama, yakni pelepasan emisi gas karbon dioksida melalui asap, dan rusaknya habitat serta lingkungan ekosistem hutan lindung.

“Hutan lindung disini selain pohon, satwa liar dan aneka tumbuhan bisa saja ikut terbakar dan menimbulkan kepunahan,” kata Supriyanto.

Ia menambahkan selain lingkungan, pelepasan karbon dioksida juga berdampak pada manusia. Terutama mempengaruhi sistem pernapasan yang memang bersentuhan langsung.

“Kebakaran hutan dan lahan dapat meningkatkan jumlah penderita inspeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, kanker paru-paru, tuberculosis atau TBC maupun asma," ujarnya. 

Tak kalah menyedihkan, karhutla bisa melumpuhkan aktivitas pendidikan anak didik, transportasi udara, darat dan sungai, hingga perdagangan.  (HERMAWAN DP/B-11)

Berita Terbaru