Ini Sejarah Pendek Awal Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 10 Juli 2019 - 18:26 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tidaklah mudah dan secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang diperjuangkan sejumlah tokoh perjuangannya zaman dulu.

Hal itupun disampaikan salah satu pelaku sejarah berdirinya Provinsi Kalimantan Tengah, Ismaun Marsone Gatan yang kini berusia 79 tahun, Rabu, 10 Juli 2019.

Dia menceritakan, berdirinya Kalteng tidak terlepas dari strategi politik yang dijalankan Tjilik Riwut, saat masih menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Timur (Kotim).

Saat itu, Tjilik Riwut membentuk Laskar Gerakan Mandau Telawang Pancasila (Laskar GMTPs) pada tahun 1957 di Sampit. Laskar tersebut dibentuk setelah ada kesepakatan yang dicetuskan oleh tokoh-tokoh selain Tjilik Riwut. Yakni Camat Embang, Muler Antang, Sawang Suling, Paul Suling, Guru Lama Pangkalan Bun, Helmut Tundan, Rasad Bidi, dan Pulu Rasat.

Tujuan pembentukan itu, sebagai wadah aspirasi masyarakat Kalteng yang ingin membentuk pemerintahan sendiri, dan terlepas dari pemerintahan Kalimantan Selatan. Sehingga aspirasi yang dapat menimbulkan konflik antar masyarakat dan daerah dapat terhindarkan.

"Jadi saat itu semua aspirasi masyarakat ditampung di Laskar GMTPs. Sebagai penguat agar Kalteng bisa berdiri sendiri dan lepas dari pemerintahan Kalsel," kata Ismaun, usai menerimaan penghargaan pada upacara puncak peringatan HUT Bhayangkara Polres Kotim, di Kecamatan Parenggean.

Selanjutnya, sekitar Maret 1957, para tokoh GMTPs yakni Camat Embang, Muler Antang, Rasad Bidi, Dehan Mihing, Oscar Asin, Helmut Tundan, dan Budang Asan, diperintahkan berangkat ke Banjarmasin dengan menggunakan kapal barang.

Hal itu dilakukan untuk meneruskan aspirasi masyarakat Kalteng yang ingin memiliki pemerintahan sendiri.

Beberapa bulan melakukan proses pembentukan provinsi baru tersebut, akhirnya pada Agustus 1957 aspirasi tersebut dapat diterima pemerintah Kalsel. Sehingga pada bulan Agustus itu juga, dinyatakan pemerintahan Kalteng berdiri sendiri.

"Pada Agustus 1957 tersebut, dengan mengambil tempat di Desa Tehang, Kecamatan Parenggean dilakukan pertemuan para tokoh Laskar GMTPs. Dan secara oangsung disampaikan, sejak saat itu pemerintahan Kalteng berdiri sendiri," terang Ismaun. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru