Kerugian Negara Perkara Tipikor Proyek Pasar Handep Hapakat Rp 2,7 Miliar

  • Oleh James Donny
  • 11 Juli 2019 - 00:20 WIB

BORNEONEWS,  Pulang Pisau - Kerugian perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) pada kegiatan pembangunan Pasar Handep Hapakat di Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2016 mencapai lebih Rp 2,7 Milyar. 

Hal tersebut diungkapkan pada saat press conference tersangka Tipikor tersebut oleh Polres Pulang Pisau. 

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada mengatakan proyek dengan nilai kontrak Rp 5 miliar ini dikerjakan oleh PT. Talawang Nampara Perkasa (TNP) Pusat Tamiang Layang itu berhasil ditemukan kerugian sebesar Rp 2,7 miliar. 

Kapolres telah melimpahkan perkara kepada Kejaksaan Negeri Pulang Pisau. Dijelaskan ketiga tersangka yakni FN berperan sebagai sub kontraktor, atau pelaksana proyek pembangunan pasar Handep Hapakat yang meminjam bendera dari tersangka MA, yang hari ini juga kita tahap II kan.

MA ini merupakan Direktur Talawang Nampara Perkasa (TNP) yang memenangkan tender dari proyek ini. Sementara satu tersangka berinisial F berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dari hasil.pemeriksaan dan penelusuran  tersangka F ini mendapatkan bukti, bahwa saudara F ini menerima uang tunai dan transfer dari saudara FN.

Kapolres juga menjelaskan, dalam tindak pidana korupsi proyek pembangunan pasar Handep Hapakat ini masih terdapat dua tersangka lagi yang masih dalam proses penyidikan. 

"Kami harapkan penyidik dan penuntut umum bisa segera menyelesaikan penyidikannya, sehingga bisa di Kejaksaan, dan kalau sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan," harapnya.

Barang bukti yang berhasil disita dalam perkara ini, yakni berupa domumen dan surat-surat, 2 unit laptop, 1 mobil Honda HRV, uang tunai Rp 123 juta.(JAMES DONNY) 

Berita Terbaru