Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan Direncanakan Sepanjang 2.200 Kilometer

  • Oleh Budi Yulianto
  • 12 Juli 2019 - 09:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengatur Hilir atau BPH Migas Republik Indonesia berencana membangun pipa gas Trans Kalimantan sepanjang kurang lebih 2.200 kilometer.

Pembangunan tersebut akan menghubungkan ke Kalsel, Kalteng, Kalbar, dan bermuara di Natuna. 

"Ke Kalsel panjangnya 500 kilo, dari Kalsel-Kalteng hampir 200 kilo, Kalteng ke Kalbar 1.000 kilo dan dari Kalbar ke Natuna itu hampir 500 kilometer," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa seusai audensi bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Kamis, 11 Juli 2019.

Ia menuturkan, pembangunan pipa Trans Kalimantan itu sudah diamanahkan dalam rencana sejak 2012 lalu. Apalagi saat ini ibu kota pemerintahan dipastikan pindah ke Pulau Kalimantan sehingga proyek pembangunan akan semakin kuat untuk dilaksanakan.

"Intinya ini untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi kita supaya lebih bagus, lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah," ungkapnya.

Ia menambahkan, sudah ada badan usaha yang mengajukan ke BPH untuk menjalankan proyek itu. Namun demikian, dia juga ingin badan usaha harus kerjasama dengan BUMD supaya menjadi masukan untuk wilayah.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mendukung rencana pembangunan pipa gas tersebut mengingat akan membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gas. 

"Tentu kami mendukung apalagi sudah sejak 2012 direncanakan. Kami ingin daerah ini berkembang," ucapnya.

Rencana pembangunan tersebut juga mendapat dukungan dari Komisi VII DPR-RI yang disampaikan Ihwan Datu Adam, dari pihak PT Pertamina Kalbarteng, M Ivan Syuhada dan DPD RI yang disampaikan oleh Permana Sari, anggota daerah pemilihan Kalteng.

"Kita berharap bahwa pembangunan pipa gas Trans Kalimantan ini bisa bersinergi dengan pembangunan infrastruktur lain sehingga tidak tertinggal," kata Permana Sari. (BUDI YULIANTO/ADV/B-3)


TAGS:

Berita Terbaru